Friday

/Novemberain/

Musim hujan.

Lebih banyak orang merenung dari balik kaca mobil. Lebih banyak pasangan akur. Lebih banyak jomblo ngelamun. Lebih banyak musik low beat direlease. Lebih banyak penulis produktif.


Tapi dua hari terakhir lebih dingin dari biasanya. Lebih mendung dari biasanya, dan musim hujan kali ini lebih terkesan sedih daripada romantis.

Musim hujan ini, seharunya aku bahagia. Meneguk cokelat panas di samping jendela. Di depan laptop menyala, bahagia.

Musim hujan ini, seharusnya aku lebih dewasa.


...

Thursday

living in this desperating, wonderful world..

Ternyata udah 2 bulan gak menyentuh dunia maya! Rekor!

Sebegitu meriahnya hari-hariku diisi oleh uts, rapat, kepanitiaan dan acara keluarga sampai lumayan mlongo juga waktu tahu berat badan menginjak digit 46.

Aku kira pipiku sudah membola kembali dan bokongku semakin berisi in case ke mana mana pasti dicekokin makanan.

Di rumah tante.
"Aduuuuuh kamu itu hidup di kampus apa di kos! Sini makan yang banyak mumpung di rumah!"

Di rumah tante yang satunya lagi.
"Ayo mau makan apa. Ini ya. Itu ya."

Ketemu memet.
"Kurang hun nasinya" *diambilin lagi 1 - 2 centong*

Pulang ke ponorogo.
"depot madiun ya" "masak ini ya hari ini" "masak itu aja ya sore ini" *tau-tau ayamnya 5 potong buat aku semua*

Rapat, makan lagi.

Dan beratku gak improve.

Ok, apa aja yang udah aku lewatin? Konser Mocca? Color Fun Run? Festival Reyog Nasional (lagi)? Entahlah.

Yang pasti aku sudah bersemayam di kos baru dan sekarang mau pindah (lagi) karena bangunan kosku mau dijual, yang kemudian mengharuskan para penghuninya siap-siap cari kos baru sebelum akhir tahun. Di saat aku mulai nyaman dengan suatu hal, ternyata Tuhan berkehendak lain.

Mungkin hal itu juga yang menjadi jawaban atas ke...bingunganku akan hujan akhir-akhir ini. Aneh. Biasanya aku merasakan kebahagiaan yang misterius, sesuatu yang berlangsung begitu saja tanpa bisa dijelaskan ketika hujan turun. Tapi kali ini ... ada sesuatu yang ganjil. (sek sek, bosoku rodok blur)

Mungkin karena, kamar kosku yang sekarang tidak memiliki jendela yang mengarah keluar rumah.
Mungkin karena tidak ada wifi.
Mungkin karena aku tidak punya teman di kos.


Musim hujan selalu sempurna di A39.

Kamar dengan spot paling menguntungkan seantero asrama yang baru aku sadar mungkin bakal bisa ditemui lagi kalau aku beli apartment atau sewa kamar di hotel. Jendelanya. Pemandangannya. Gunung dan Mercusuar. Wifinya. Hawanya. Sprei dan bedcovernya.

Dan sebenarnya yang paling penting adalah, the company. That sense of knowing that we're not alone. There was always be another ppl along my sight, sekalipun kamar sepi, adanya kesadaran otomatis bahwa kita tidak sendirian yang menjadi biasa itu bisa jadi yang bikin aku gak pernah ngerasa sedih walau sepi dan tenggelam dalam duniaku sendiri.

Sekarang cuman spongebob, masha dan on the spot yang selalu setia membuat aku, setidaknya, gak ngerasa sendirian. Setiap malam setiap aku tidur, tv selalu nyala only to make sure aku gak sedih atau mikir sampe gak tidur.

Aku rindu duduk diam di dalam mobil sambil, cheesy said, menikmati hujan.

Sekarang aku harus rela kedinginan dan sakit-sakitan demi merasakan hujan atau sekedar melihat jalan yang basah di atas motor. Sendirian.


Wednesday

Tebak dong gue lagi dimana.

[beep]
[beep]
[beep]

Gimana, gak penting banget kan gue ini.

In case lo lagi gabut atau kepo terus mampir baca entri ini dan di antara kita dimungkinkan terdapat interaksi, jadi anggep gue lagi ngomong sama lo, karena gue sedang berada di perpustakaan empat lantai dengan AC super dingin, sendirian.

Sedangkan di seberang meja gue, ada kakak-kakak S2 yang so far, hampir 2 jam penuh ngobrol tentang banyak hal yang gak gue ngerti di saat gue, sangat disayangkan, lupa bawa headset.

Sisanya, every people looks like they're robot with those cabels flow out from their heads.

Dan gue mau gak mau mendengarkan segenap conversation mereka.


Pembaca yang budiman,

Minggu lalu Skrivnost ulang tahun yang keempat. Yeee ucapin selamat dulu dooong... biar gue kelihatan makin gak penting.

Keeping up with its Author, yang, still on her way finding her lost passion (read: time) in writing, this blog is way more mature than it was now. Still, thanks for all the numbers (27,450 and still counting), for visiting here everytime you're drunk maybe hehe, thanks for leaving the notes and comments and making this flat communication looks alive.

Sometimes I wonder why you read. Sometimes I thank God for you to scroll down even click the next button. Still again, I'm on my way to get adult and finding my-real-writing-yang-lama-hilang.


Then, hope you to come back and smiling.



Kedinginan,
18 years old gal living in a life which she's totally not.

I think I change.

So all of the thought begin with the line:


                         But, still, I can't believe I am now a college student.

Arum, when you read this, yes you might be smiling since it's from your blog.


Her thought gives me hers, infiltrates to somewhere on my thought, then, I thought I feel surprisingly, completely the same as her thought. Influence well, she brings me back to somewhere I sat few years ago.

Keep up, you know where it goes.



Not only that.

She disenchant my nowhere quest, like knock knock, she finally answer my own self-seeking.



But then I realize.

No, maybe I just start living her 'old' self now. My new me is her old her and maybe someday, somewhere in this town,
I will survive.


Well, I just begin.




Monday

13:42

My room is now a total mess.

All of the tenants around seem elsewhere out there and all i found was a stillness.


The wind blows the valance, music heaves the line and I just be like, a girl typing the verse in the middle of straggled clothes, papers everywhere on the floor, the bed uncovered, pants or i aint sure is a pant or blues, jackets, and some documents lie around towels, the blanket is dangled, pillows are somewhere, makeups on the chair, some fall other roll thru the carpet, bags, books, cabels anywhere near my feet, i cant even sever which ones are laundry or been ironed. But the girl keeps typing the verses you are now reading.


And my life began its race.

Aside from college thingy, morning classes, the assistances and assignments, Senates, the club, the bureau, their parties and meetings, i finally decide to move from my previous room. Well i know the room really fits me and the wifi never fails, it also has a big window which i cant easily find at other rooms and lodgers, but there're still some reasons to be rethought.

I. need. a. renewal. and i know it's too early to say such thing but every other thing looks so rushing, noisy and crowded over here and maybe the only healing is a brief shift like going forth from this stroking comfort zone.


Melewatkan dua kali malam mingguku untuk menjalani pembekalan dan welcoming party atau semacamnya bikin aku sama matthew menuh-menuhin malam minggu terakhir kemarin apalagi setelah Jumat malemnya aku kecelakaan. Hehe iya, dan dengan segala ketakjuban dan rasa syukur, aku gak papa walaupun bajuku robek parah (karena waktu itu aku keseret di aspal dan pas lagi gak pake jaket) dan motorku agak hang. Juga mengingat malam minggu yang akan datang besok kami lagi-lagi harus terpisah oleh acara kampus masing-masing. Nyesek ya baca masing-masing nya hahaha apalagi dia acara di pantai sedangkan aku di puncak gunung :)

Aku gak tau kapan terakhir kamarku rapi tapi aku bukan tipe orang yang bisa liat kamar berantakan dan ajaibnya kali ini aku tidak bermaksud untuk merapikannya.

I dont really feel like wanna move or something. I enjoy this chaos. I keep doing everything and loads of duties await.


Wednesday


Ia menatap langit bak bendungan impiannya. Lalu tawanya melompat keluar seperti raksasa.


Tuesday

Proud to be 1/100 of Batch 10



Entah kenapa kumpulan orang ini begitu memukau perhatian saat Studium Generale. Mereka satu-satunya perkumpulan berupa klub (bukan organisasi) yang melenggang ke atas panggung inisiasi fakultas bulan lalu. Begitu memancing keingintahuan dan sangat menawan. Bukannya membagikan program kerja melainkan selebaran-selebaran tentang saham.

Kelompok Studi Pasar Modal.

 Kelompok ini tidak berada di bawah naungan organisasi lain, tapi langsung diatasi oleh Dekanat. Melewati 854 maba di fakultas ekonomi, beruntung bisa mengisikan nama di antara sembilan puluh sembilan yang lain. Beruntung bisa bermain di Galeri Investasinya dan mendapat kartu member buat ikut main saham secara nyata. IDX? Valbury?

Am I gonna be a great trader? Well let see :)

Monday

Terlepas dari predikat aku ini siapa.

Matthew itu keren.

Terlepas dari predikat aku ini siapa dan terlepas dari segala subjektivitas yang mungkin secara kasat mata akan dibebankan ke atas opini-opiniku selanjutnya, soal kepemimpinan dan interpersonal stuffs orang (yang baru aku realize emang) keren ini bener-bener ngajarin aku banyak hal. Apalagi waktu aku udah mulai menjajaki hari-hari sebagai manusia kampus.

Aku bukan tipe perempuan yang bangga akan pacar dengan tiga komponen langka bersamaan: seorang aktivis, akademisi (setauhuku dia belum pernah tidak cum laude), dan bukan perokok (dia sangat bangga dengan hal ini bahkan saat aku sendiri tidak akan terlalu masalah jika dia--nantinya--merokok).

Aku bukan orang lurus, jauh dari sosok cewek berperangkat karakter dan sayap ibu peri yang supportive, bahkan aku cenderung menjadi kerikil (kadang batu karang) dalam pelayaran kesuksesannya.

Sampe suatu hari aku ikut berlayar. Kemudian aku sadar.

Aku sudah berkenalan dengan sosok yang sangat luar biasa. Kakak, senior, teman, sahabat, hubba, bapak, sekaligus pacarku sendiri.

Entah karena ketidakpedulianku dan kejelesanku (kadang) terhadap segala kesibukannya (aku udah bilang aku ini bukan tipe cewek malaikat yang bisa supportive--yang sebenernya dibutuhkan sama tipe cowok pegiat dan lurus macem dia--lurus maksud gue gak neko-neko dan cenderung statis terhadap kehura-huraan), dia jadi jarang menunjukkan dia yang lain.

Dia yang berdiri di sana sebagai seorang konseptor, pemimpin, pelaku, pembiacara, bahkan motivator yang dikagumi. Dia yang sama sekali berbeda saat tiba-tiba menjadi manja dan tidak berdaya di depanku. Dia yang sebenernya aku ingin lihat, bahkan mungkin walaupun bukan sebagai kekasihnya.

Maaf met, aku baru nyadar kamu keren banget. Kamu inspiring banget. Aku kagum, aku salut sama kamu, aku belajar banyak banget dari kamu. Aku ngomong bukan sebagai pacarmu, bukan sebagai orang yang cinta sama kamu, tapi sebagai seorang mahasiswa aru yang baru menghirup bau-bau baru di atas perahu. Kadang aku pingin jadi orang lain dan ada di sana kerja bareng kamu atau ngelihat kamu sebagaimana selama ini yang gak pernah aku lihat sendiri. Yang harus aku dengar dari orang lain dulu. Yang harus aku lihat dari mata dan cerita orang lain dulu.

Aku gak bangga karena aku ini siapa, tapi aku bangga karena udah kenal kamu. Sebagai aku sendiri. Bukan sebagai siapa-siapa.

Aku tahu kamu gak bakal baca, atau at least satu, dua, lima tahun lagi suatu hari saat kamu udah sempet mampir ke sini, jangan narsis ya.

I love you :)

Dealing with an old enemy

Kadang, aku masih nyesek kalau liat pertamina tower ugm. Makin lama aku makin ngerti kalo aku bukan pingin kuliah di ugm. Tapi di pertamina towernya. Tapi makin lama aku ngerti, kalau mau ditilik lebih lanjut, sebenernya ini bukan soal gengsi, tapi obsesi.

Beberapa waktu lalu aku bilang aku mau coba lagi tahun depan. Sekarang aku pikir dua kali untuk kembali dealing with this old enemy, obsesi lamaku. Makin lama, aku makin ragu.

Aku iri sama mereka yang bisa kuliah di menara itu, makan di bonbin, menjalani setiap inisiasinya, eventsnya, dan menjadi para penggarap kegiatannya. Dengan bantuan negara dan atas nama gengsi lembaga, sudah pasti semua akan diselaraskan dengan segala sumber daya (selain manusianya). Selain nama yang menopangnya sendiri yang telah puluhan tahun bertengger dengan gagah di atas sebuah perisai raksasa. Konon, aku sangat piawai menggambarnya.

Lucu tiap liat kak AB yang inspiring banget---aku gak bisa ngukur standardisasi inspiring itu gimana karena bahkan aku gak bisa ngelihat dan menilai gimana Kak AB Kak AB di tempat lain. Contohnya pacarku sendiri. Yang menjadi Kak AB lain di menara yang kebetulan menjadi obsesiku selama ini. Sempet mikir, di luar menara idamanku aja sosok Kak AB rocking banget. Apalagi sosok Kak AB di menara itu yang notabene adalah pacarku sendiri. Dan aku sama sekali tidak bisa melihatnya, menilainya dan menjadikannya tolak ukur lain.

Lantas ini bukan lagi permasalahan antara Kak AB dan Matthew atau bahwa mereka berdua adalah laki-laki penggiat kampus.Tapi bagaimana dunia begitu berparalel dan jenaka dalam mempermainkan keadaan.

Itu nyesek yang pertama.

Nyesek selanjutnya adalah bagaimana kemarin aku baru stalking beberapa youtube accounts yang berhubungan dengan kehidupan menara idamanku yang satu ini. Soundtrack lagunya benar-benar sama dengan soundtrack yang aku gunakan untuk mahakarya yang aku buat beberapa minggu sebelumnya.
Lagu inisiasinya sama. Dresscode inisiasinya sama. Almamaternya hampir sama.

Sekali lagi hal tersebut bukan lagi menjadi masalah sama-tak-sama. Yang paling mengusikku adalah bagaimana aku benar-benar jauh dari impianku sekarang. Atau, adakah yang bisa membangunkanku dari tidur panjang?

Anyway, aku diterima di Seutas. Aku ketagihan mendaftar. Aku pingin daftar PSM. Aku pingin move on dari menara itu. Aku benci. Aku lapar. Aku kesepian.

Irisan-irisan lama

...

“Ada jutaan bintang di balik sana. Tapi sekarang mereka kalah oleh bintang yang terbesar. Kau tahu?” Ia menolehkan kepalanya ke arahku, menemukan mataku. Tentu saja aku tidak siap. “Untuk itu, aku percaya ada alasannya bumi ini berotasi―bukankah kita berpijak di atas dunia yang terus berputar?”

Aku terdiam, menunggu.


Matanya terpejam, dihirupnya dalam-dalam seluruh udara di sekitar kami hingga aku merasa begitu sesak.

“Kau, aku, dan semua orang akan ikut berputar. Kadang seiring, kadang mendahului, kadang saling membelakangi, dan tak jarang yang kembali. Percayalah padaku, aku akan berputar dan kembali bersamamu.”

Entah apa yang membuatku begitu sesak. Sesak sesesak-sesaknya.

Kulihat langit tak lagi biru.
Langit mungilku mengabur, lalu mengalir keluar.


Langitku tumpah.
.
.
.
.
.

Duniaku basah



[potongan cerpen dari koleksi kolase lama]

Denyut sang waktu terasa satu-satu, membenamkan kumpulan memori ke dalam perasaan yang membatu.



"Mungkin aku gak setegak pohon2 lain, gak sekokoh batang2 mereka, aku juga tak punya daun selebat mereka.. Kalo dilihat2 mereka bisa meneduhkanmu, tapi saat kamu berpijak tepat disebelahku dan kutahu kaubutuh peneduhan sedangkan aku sudah botak..
Aku hanya ingin membengkokkan batangku, melindungimu dengan ranting2ku yang tak berdaun, aku rela tak bercengkraman dengan bumi lagi setelah akarku pun kucabut dari tanah demimu, demi kenyamananmu agar kau tak kehujanan dan terhindar dari panas.

Aku rela tak menjadi pohon lagi, aku rela melepas akarku, aku mau kamu tetap di sisiku, akan kupeluk kau dengan batang rapuhku, kepalamu takkan terkena air karena rantingku menyatu melindunginya, akarku siap menjadi alasmu dari pagi hingga malam hari.

Bukan berarti karena aku tak punya daun aku tak bisa menjadi perhentian terakhir dan terbaik buatmu..
Semua akan kulakukan untukmu hingga akhir hidup ini..

Saat yang kokoh dan lebat nampak menggiurkan, keterbatasanku selalu yang terbaik..
Saat 'rumah orang' lebih indah, dengan lembut kubisikkan di telinga 'tak ada yang lebih indah dari rumah kita'
Bukan dengan kemegahkan, kekayaan dan kesempurnaan akan kujaga dirimu, tapi dengan cinta, iman, dan diriku sendiri akan kurangkul erat dirimu.
Kaulah segalanya untukku."

[Miracle Matthew, Natal 2012]


Sunday

Jangan Pernah Puas

Aku nggak bilang kita tidak boleh merasa cukup. Aku bilang, jangan pernah puas. Hanya orang bodoh yang tidak bisa melihat garis di antara keduanya, walau garis itu bukannya dapat dilihat oleh orang yang tidak bodoh, melainkan orang yang tidak mengerti. Maka sekalipun orang itu pintar, namun ia tidak mengerti, ia tetaplah bodoh.

Sayang sekali bahwa Anda tidak merasa puas ketika Anda merasa tidak cukup. Maka mungkin Anda adalah orang yang tamak.

Bingung? Saya juga.

Mungkin saya terlalu lelah.

Lelah yang mengenyangkan. Lelah yang terbayarkan. Lelah yang menguap begitu saja karena data-data berjiwa yang saya dapat tiga hari terakhir.

Senat Mahasiswa.

Aneh ya ketika mahasiswa-mahasiwa lain baru atau bahkan belum menuntaskan inisiasi mereka, aku malah sudah kembali menjalani inisiasi dan tergabung menjadi bagian dari sebuah organisasi (yang bukan main-main) di universitasku. Menjalani seleksi, inisiasi, kemudian mulai beraksi.

Berkenalan dan berdinamika bersama orang-orang yang sama sekali baru. 45 wajah pendatang dan 23 yang lain mencoba menjadi agen agen perubahan. Sepertinya bahasaku terlalu klasik dan kacangan ya. Mari kita ganti saja.

Manajemen Perubahan. Lagi lagi adalah Kak AB yang kembali mengguncang pemikiranku. Baik, kalimatku masih terlalu novelis.

Mungkin aku terlalu lelah.


Lelah yang bertenaga. Lelah yang mulai mengusik. Lelah yang ingin segera bersuara.

Lelah yang membahana. Lelah yang sungguh, sungguh, mendobrak segala kemeremehanku.

Thursday

Gue Yang Itu Part 2

Dulu, zaman Miss Kadek masih ngajar (sekarang beliau--beserta suaminya memutuskan untuk tinggal di rumah guna mengurus anak mereka secara total sekaligus menyekolahkan anak mereka di rumah) beliau pernah memaparkan sesuatu. Jadi, kecerdasan manusia itu dibagi menjadi 8:

Kecerdasan linguistik
Kecerdasan logik-matematik
Kecerdasan musik
Kecerdasan interpersonal
Kecerdasan intrapersonal
Kecerdasan visual-spasial
Kecerdasan kinestetik
Kecerdasan naturalis

Umumya, setiap manusia bisa memiliki 3 kecerdasan dominan. Yang aku bold itu yang aku termasuk dominan di dalamnya. Kalau boleh jujur, akuntansi memang sama sekali keluar dari bidangku. Setiap di interview, pasti banyak yang heran kenapa aku gak masuk Ilmu Komunikasi, HI atau Hukum. Dan aku pasti akan selalu berada pada kadar mau-muntah-dan-mau-ngakak.

Terlepas dari itu, banyak hal yang sedikit mengganggu keseharianku beberapa waktu terakhir. Inget bagaimana aku kemarin hampir terkubur di dasar samudra lalu tiba-tiba meroket...sejenak?

Iya, sejenak. Seminggu terakhir aku bisa dibilang friendless banget. Bukan karena aku ansos kok. Aku bahkan udah ikut 3 organisasi. Maka hidupku tidak semata-mata menjadi kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang).

Herannya, aku ngerasa friendless.

Entah kenapa beberapa malam aku tiba-tiba nyesek dan nangis. Di mana tidak ada teman untuk menangis. Rasanya melompong, tapi ternyata 'diibaratkan' melompong aja. Pas diintip ke dalam, duh, mau mbludhak nggak karuan.

Ternyata aku kangen banget sama kehidupanku di Malang. Aku gak bisa berhenti kangen Ipang. Tiap minggu pagi aku pasti sama dia, gak jauh jauh dari McD atau KFC Sarinah. Aku gak tau dia di ITB udah jadi apa. Mungkin kekar akibat ospek atau jadi nigga karena terpapar sinar matahari terus-terusan. Sumpah aku kangen Mega. Kenyataan bahwa selama ini aku pikir semua berjalan dengan baik-baik saja dan as-wished membuat aku gak sadar bahwa ketika saatnya tiba, saat di mana aku udah gak ngeliat Mega masih molor di bawah selimut, saat di mana aku teriak-teriak di kamar mandi, saat di mana aku ngeliat dia nyetrika kerudung, dan saat di mana kami menjadi segelintir orang yang sarapan paling akhir bareng, saat itu adalah saat-saat yang paling bikin lo nyesel karena hanya berjalan begitu saja. Saat lo lupa untuk melihat setiap hal kecil di sekitar dan bersyukur karenanya. Saat di mana lo baru sadar mereka udah gak ada, dan semua gak sama lagi. Saat di mana lo mimpi indah dan dibangunin. Entah untuk sekedar menjalankan kewajiban atau untuk beranjak dan menjadikan mimpi itu nyata.

Guess I was in the cloud when all of these things really started to fall and landed.

Gue kesepian. Gue kangen. Gue ingin bersandar. Menyadarkan sejenak kepala gue. Menyilangkan kaki gue. Mengangkat lengan gue tinggi-tinggi, dan melihat bagaiman dunia menjadi sedikit lega karenanya.

Gue bukannya gak punya temen di sini. Gue bukannya gak bisa adaptasi. Tapi gue friendsick. Gue bukannya gak nganggep Matthew ada. Tapi dia juga gak bisa terus-terusan bareng gue atau tidur sekosan sama gue. Gue bukannya gak punya temen kos. Gue hanya.. gue hanya...

Gue masih ingin tidur dan bermimpi indah.

Dan gue tahu gue salah.



CATATAN KAKI. (ditambahkan pada hari Jumat 29 Juli 2016 pukul 4:58 sore). Ngakak. Jadi ceritanya baru nemu apa yang bikin orang sempet mikir nggak nggak dua tahun lalu, waktu admirer2 matthew mungkin sedikit kepo dan mendarat ke blog ini, lalu membaca tulisan ini. "Tapi dia juga gak bisa terus-terusan bareng gue atau tidur sekosan sama gue."

GUYS. TOLOOOONG. MAKSUD KALIMAT MAJEMUK TERSEBUT ADALAH:
1. Dia juga gak bisa terus-terusan bareng gue
atau
2. Dia juga gak bisa tidur sekosan sama gue

See the differences?

Plis, gue masih cewek bermartabat. Proud tb still a virgin.

There are those who say that fate is something beyond our command. That our destinies are not our own. But I know better. Our fate lives within us. You only have to be brave enough to see it.



Gue yang ini dan gue yang itu

Iya, gue tau gue bukan anak psikologi. Tapi beberapa waktu terakhir emang gue lagi demen baca-baca soal analisis kepribadian, seperti di entri yang barusan, yang sebelumnya, yang tentang kegeminian gue banget dan yang tentang bagaimana pertama kalinya gue ngerti INFJ--berikut kopas-an gue biar kalian gak ribet buka tab baru,

INFJ is the rarest of types, usually accounted as being between 1–3% of the population. INFJs are conscientious and value-driven. They seek meaning in relationships, ideas, and events, withan eye toward better understanding of themselves and others. Using their intuitive skills, they develop a clear and confident vision, which they then set out to execute, aiming to better the lives of others. Like their INTJ counterparts, INFJs regard problems as opportunities to design and implement creative solutions. INFJs have a rich, vivid inner life that they may be reluctant to share with those around them. Nevertheless, they are congenial in their interactions and perceptive of the emotions of others.
INFJs tend to be sensitive, quiet leaders with a great depth of personality. They are intricately, deeply woven, mysterious, highly complex, and often puzzling, even to themselves. They have an orderly view toward the world but are internally arranged in a complex way that only they can understand. Abstract in communicating, they live in a world of hidden meanings and possibilities. With a natural affinity for art, INFJs tend to be creative and easily inspired, yet they may also do well in the sciences, aided by their intuition.
Sedangkan kalau di web resminya dituliskan begini: The INFJ personality type is very rare, making up less than one percent of the population, but they nonetheless leave their mark on the world. As Diplomats (NF), they have an inborn sense of idealism and morality, but what sets them apart is the accompanying Judging (J) trait – INFJs are not idle dreamers, but people capable of taking concrete steps to realize their goals and make a lasting positive impact. (Klik buat ngelihat lebih lanjut perihal Pribadi INFJ ... )

Lebih tepatnya lagi seneng aja kali ya ngeliat gimana sih aku di mata orang. Sebenernya udah dari dulu banget emang suka observing, entah dari yang paling ngaco sampe yang master banget. Kadang aku pikir mungkin aku ini indigo bisa baca orang tapi gaaak. Itu dusta hahaha.


Tuesday

Some say our destiny is tied to the land, as much a part of us as we are of it. Others say fate is woven together like a cloth, so that one's destiny intertwines with many others. It's the one thing we search for, or fight to change. Some never find it. But there are some who are led.



Brave, 2012

Saturday

Another way of saying INFJ.

Idealis Penyelaras

Tipe Idealis Penyelaras dikenali dari kepribadiannya yang kompleks dan memiliki begitu banyak pemikiran dan perasaan. Mereka orang-orang yang pada dasarnya bersifat hangat dan penuh pengertian. Tipe Idealis Penyelaras berharap banyak pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki pemahaman yang kuat tentang sifat-sifat manusia dan seringnya menilai karakter dengan sangat baik. Namun mereka lebih sering menyimpan perasaan dan hanya mencurahkan pemikiran serta perasaan mereka kepada sedikit orang yang mereka percaya. Mereka sangat terluka jika ditolak atau dikritik. Tipe Idealis Penyelaras menganggap konflik sebagai situasi yang tidak menyenangkan dan lebih menyukai hubungan harmonis. Namun demikian, jika pencapaian sebuah target tertentu sangat penting bagi mereka, mereka dapat dengan berani mengerahkan seluruh tekad mereka hingga cenderung keras kepala.

Tipe Idealis Penyelaras memiliki fantasi yang hidup, intuisi yang nyaris seperti mampu membaca masa depan, dan seringkali sangat kreatif. Begitu berkutat dengan sebuah proyek, mereka melakukan segala daya upaya untuk mencapai tujuan-tujuan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka sering membuktikan diri sebagai pemecah masalah ulung. Mereka suka mendalami hingga ke akar permasalahan dan memiliki sifat ingin tahu alamiah serta haus akan pengetahuan. Pada saat bersamaan, mereka berorientasi praktis, terorganisir dengan baik, dan siap menangani situasi-situasi rumit dengan cara terstruktur dan pertimbangan matang. Ketika mereka berkonsentrasi pada sesuatu, mereka melakukannya dengan seratus persen – mereka sering begitu terbenam dalam sebuah pekerjaan sehingga melupakan hal lain di sekitar mereka. Itulah rahasia kesuksesan profesional mereka yang seringkali gilang gemilang.

Sebagai pasangan, tipe Idealis Penyelaras setia dan dapat diandalkan; hubungan permanen sangat penting bagi mereka. Mereka jarang jatuh cinta hingga mabuk kepayang dan juga tidak menyukai hubungan-hubungan asmara singkat. Kadang-kadang mereka sulit menunjukkan rasa sayang mereka dengan jelas sekalipun perasaan mereka dalam dan tulus. Dalam hal lingkaran pertemanan, semboyan mereka adalah: sedikit berarti lebih banyak! Sejauh menyangkut kenalan baru, mereka hanya dapat didekati hingga jarak tertentu; mereka lebih suka mencurahkan tenaga ke dalam pertemanan akrab yang jumlahnya sedikit. Tuntutan mereka kepada teman dan pasangan mereka sangat tinggi. Karena mereka tidak menyukai konflik, mereka akan diam sejenak sebelum menyuarakan masalah-masalah yang tidak memuaskan dan, ketika melakukannya, mereka berusaha sangat keras untuk tidak menyakiti siapa pun karenanya.

(Click here just in case you wanna know how's yours.)

Wednesday

PS 1
5 entri sebelumnya adalah tulisan yang disengaja untuk kepentingan pribadi. Dari segi gramatikal, penuturan dan plot, entri-entri tersebut memang sedang chaos!

PS 2
Maaf karena kali ini Skrivnost kurang visual, karena sejak masuk kuliah aku sendiri malah jarang mengambil gambar dan foto, foto-foto pun masih tersebar dan belum ada waktu untuk mengumpulkan. Lagipula selama masa inisiasi kami tidak diperkenankan mengeluarkan alat hubung jika tidak ingin dipulangkan.


Sebenernya gue juga gemes karena sampe sekarang tetep belum bisa pamer! *cony farting*

Hidup Baru

Ternyata aku diterima untuk menjadi bagian dari Senat Mahasiswa.

Puji Tuhan namaku ada di antara 45 nama (angkatan 2013 maupun 2014) semalam. Malam minggu besok aku juga harus menyiapkan fisik buat Makrab KSPM di Kaliurang. KSPM ini semacam UKM, tapi bukan, lebih kepada klub atau kelompok. Kuotanya 100 orang dan syukurlah kemarin aku masuk.

Kemarin siang aku juga ngapply ke Seutas, juga mirip UKM, bedanya Seutas ini adalah milik Fakultas. Masih menunggu kabar selanjutnya.

Masih menunggu PSM (Paduan Suara Mahasiswa) juga. tapi aku gak berharap banyak buat UKM terkece seuniv (mungkin padusa universitas terkece di indonesia juga) ini. Untuk standard internasional suaraku ingus banget kayaknya hahahahahah

....................


Kata beberapa teman aku terlalu banyak mengambil aktivitas.




Iya, aku juga takut kuliah dan fisikku keteteran :(




Monday

ATMANESIA 2014 Report!



Finally! Punya waktu selo juga buat bikin entri ini. Entri yang sebenernya udah rada basi kali ya (hiks hiks hiks) karena pekan tersebut hampir dua minggu berlalu. Bahkan aku juga belum sempet ngurus instagram dan transfer foto-foto tongsis mania dan selfie master dari anak-anak. Plus, karena dilarang bawa dan mengoperasikan handphone, udah ga mikir lagi deh, pokoknya kalo kata si yanda mah mau tiap hari juga, you made my day!

 Tapi video di atas (setelah aku lihat barusan) ternyata gak terlalu menggambarkan kedetilan hari hari itu dan beberapa momen pun tidak terekam di dalamnya. Terus Malam Inagurasi juga gak masuk!!! Padahal karena itu aku mau pasang ini video di sini.

Day 1. Briefing (TM) Inisiasi
Dienter matthew kapan sih ga telat hahahahahahah canda met.. ampun. Telatnya gara-gara aku sih kalo yang ini. Orang aku pake blus batik. Disangka matthew kaos. Terus suruh ganti. Emang Pak RW batiknya kerahan. Jadi curhat. Nah sampe di sana, ratusan kepala terlihat memadati sebuah papan yang ternyata berisi 854 nama. Nama kami semua para maba FE Atma Jaya.

Buset itu bener-bener padet. Sedangkan papannya cuma satu bolak balik. Kami harus mencari nama kami tercantum di kelompok mana, 1 sampai dengan 30. Which is satu kelompok ada 28-30 nama. Bayangin aja akan betapa susahnya.

Hip! I found it.

Saveera Vivid Tiarani Akuntansi

Kelompok 19.

Masih dengan ke-tidak-niat-dan-tidak-antusias-an, ngelihat muka-muka anggota kelompok 19 yang lain, aku makin tak berdaya. Kemudian kami naik ke auditorium di lantai empat untuk mengikuti briefing. Di sana ketemu Ara dari Stece, dan, singkat cerita, aku masih underpressure dengan segala ketidakantusiasanku sendiri. Waktu mulai perkenalan dan private meeting sama Sembilanbelas, aku juga masih hampir tetap 'mati'.

Gak bisa. Jiwa manajemenku gak bisa mati. Aku beranjak buat ngelist daftar dan berusaha involve ke pembicaraan anak-anak jogja yang mau belanja. Yang ternyata juga dilakuin sama anak mungil putih bermata coklat dengan logat sunda yang lumayan kental bernama Hiesqi.
Gak tau ya, masih gemesnya kita mungkin (mungkin kita berdua punya sisi koleris) yang bikin kita tetep ngerecheck apa yang udah dilist dan direncanain sama tim belanja. Ini udah? Itu? Eh yang ini gini aja? Yang itu gimana kalo..? dan lain lain. Rasanya gak tenang aja kalo gak klik hehe

Dan checked semua.

Ternyata mereka kece juga.

Day 2. Recheck Kesiapan
Seperti yang sehari sebelumnya udah aku sama hiesqi koordinasiin, kami berkumpul kembali untuk membahas video dan business plan. Karena masih pada ribut ngumpulin berbagai bahan yang masih kurang, akhirnya hiesqi ngajakin aku, yanda, sama arpan naik ke kantin. Di sana kita ambil meja paling pojok, dan mulai berkenalan lebih lanjut.

Hiesqi. IE. Teteh geulis yang minggu lalu dinobatkan sebagai Queen dan menjadi idola senior ini berasal dari Kota Bandung (btw ini aku kualat banget sempet konfirm ke dia apakah dia tinggal di bandung atau kotanya hahaha). Dia sebenernya ngejar Psikologi UGM tapi belum lolos.
Mungil, matanya coklat, kacamatanya menuhin muka hahaha, ya, bisa dilihat kalo dia ini anak bandung.

Yanda. Akun. Cowok sawo matang asal Jakarta yang harusnya masuk ISI aja. Dia anak Jakarta yang senasib sama aku karena ditolak FEB UGM, dan masih ga ngerti bahasa jawa hahaha. Anaknya asik, kalo sama dia suka kebawa lo-guenya.

Arpan Samosir. Akun. Terserah mau manggil dia Arpan, Arpin, Samo, atau Mosir. Anaknya tinggi gede, kalo jalan sama Hiesqi lucu banget. Logatnya Sumatra banget. Asal Bengkulu, dan percaya gak percaya dulu badannya segede Dudley Dursley. Dia diet dan berhasil banget sampe banyak cewek yang nanya kiat ke dia. Jangan khawatir, pasti akan dia jelaskan dengan penuh kesungguhan. Dia pun pelarian dari UGM, sama kaya gue, eh gue, aku sama Yanda, ditolak FEB.

Kita ngakak seenaknya di pojok kantin. Keliatan kurang ajar karena meja masih kosong mlompong.
Tapi kenyang ketawa.

Day 3. Pra Inisiasi Day 1.
Ketua kelompok kami tidak hadir. Lalu Kak AB nyuruh kami angkat baru. Kemudian Kak Bobby aklamasi nama Hiesqi. Dan jadilah Hiesqi ketua fungsional kelompok kami, yang akhirmya beken di kalangan kakak kelas, hingga di akhir Inisiasi kemudian dilantik menjadi Ratu. Sesi demi sesi kami lewati, yang hampir capek aku cerita bahwa aku amazed banget sama kelompok ini. Tanpa ada komando, tanpa menunggu dan saling kompromi, bagai dijalankan semesta, kami masing-masing bergerak dan mulai bekerja dalam sinergi. Kami menyelesaikan dengan cepat dan tepat. Ada juga sesi video yang bikin cape plus nyatuin sembilan belas bangettt. Di saat kelompok lain belum mikirin konsep kami udah mulai syuting di sana sini. Meski akhirnya gak menang karena.... beberapa alasan :)

Day 4. Pra Inisiasi Day 2. Masih sama, kami menjadi kuli kuli musiman hahaha..
Day 5. Atmazing Race. Yang pernah aku ceritain itu loh.. sayangnya di video tidak ditayangkan sesi senam dimana Kunto mulai beraksi. Ajib abis! Di sini Hiesqi juga dipanggil ke depan karena dicalonkan untuk menjadi nominasi Ketua Angkatan.
Day 6. Atmanesia Day. Aku juga udah cerita kan kemarin hahaha berasa males banget ya ternyata udah lewat terus musti diulang ulang :p
Day 7. Pindahan Kos. Day 8-11. Academic Life.

Day 12. Academic Life-INAUGURATION NIGHT
Satu, aku bete karena mungkin di lapangan itu cuma aku seorang yang belum mandi dan dandan. Bahkan dikombinasiin dengan dresscode komisiku, Komisi 4  (yang akhirnya pun menjadi Komisi Terbaik) di mana kami sengaja pake kaos polo maroon yang kami gunakan saat Atmazing Race. Semua pada pake dress gitu, cakep cakep gitu, nah kami. Hahahaha

Buku tanda tangan yang menjadi syarat kami agar lulus sepenuhnya mulai diletakkan ke dalam karung untuk pemeriksaan. Stand-stand bazaar mulai didirikan dan ramai untuk dijajakan. Balon diterbangkan. Acara resmi dibuka. Lentera-lentara lepas meninggi di angkasa. Acara demi acara berlangsung. Aku paling suka waktu ada band kakak angkatan bawain Use Somebodynya Kings of Leon. Juga waktu Wisma (Ketua Angkatan Terpilih kami) tiba tiba tampil bawain Barisan Para Mantan (Terlatih Patah Hati). Begitu teruuuus.... Mulai dari band-band, tari tradisional, drama musikal, hingga sampailah pada saat kami, Komisi 4 untuk tampil. Konsep modern dance ynag diwakili 5 anak berjalan lancar.

Kemudian lagu berganti.

Kunto kembali beraksi.

Kami pasukan merah maroon menyerbu ke atas panggung. Seluruh gerakan berpadu dengan lampu sorot dan kemeriahan malam itu. Beberapa kakak panitia turut serta. Atmanesia dilanda gempa.

Panggung hampir jebol. Kunto masih terus beraksi.

Komisi 4 meniadakan kebetean ku.

Acara berlangsung sampai larut, dan kami masih ingat bahwa besok paginya kami masih harus bangun pagi-pagi benar untuk menjalani Inisiasi Universitas I bersama anak FTB.


Day 13. INISIASI UNIVERSITAS
Aku (lagi-lagi) hampir telat karena kehabisan bensin hahahahaha

Di inisiasi ini, kami gak lagi cape fisik. Yang paling harus kami perhatikan adalah kesiapan telinga dan mata. Karena dari pagi sampai sore, kami hanya akan mendengarkan. Untung aku sekelompok ma duo Theo dari JB (SMA Kolese John De Britto, isinya laki semua) yang buset bikin ngakak terus. Dan untung ketemu Fifi (yang aku ceritain dari Bosa) jadi bisa senasib merjuangin kantuk. Ketemu juga sama Alda dari Kosayu Malang! Hahaha gitu gitu deh...

OYA. PSM NYA ATMA TERNYATA EMANG KECE BANGET!!!!! Baru pertama ini aku denger paduan suara bagus lagi di Indonesia. Secara penampilan mungkin masih agak biasa, tapi buset suaranya buletnya volumenya kontrol pitchnya  keberpaduannya. K. E. C. E. P. A. R. A. H.


Sampe akhirnya Misa Penutupan. Awalnya yang Kristen Protestan suruh berdiri. Mereka dibawa ke Auditorium Kampus 3 (kampusku FE). Terus yang muslim ke Kampus 4 (Fisip) dan Hindu serta Budha di ruang kelas. Sekarang hanya kami yang tersisa. Satu auditorum Kampus 2 (Teknik) penuh anak-anak katolik yang mau ikut misa.

Mungkin lebay, karena ini baru pertama kalinya aku alami selama hampir 15 tahun masa studiku. Menjadi dominan. Merasa banyak 'teman'.



Terus besoknya aku seleksi interview buat Senat.

Friday

The Next Sixty

Gue lupa cerita.

Sebelum dipertemukan dalam TM, gue sempet ikut meet-up anak Akun di Amplas. Waktu itu Akun sudah terlihat solid via line. Gue dateng, dan ketemu ma Ias dari Bogor, Ema dari Purwokerto, Fifi dari Bosa, Veka dari Vanlith, dan yang lainnya. Yang sebenernya masih sebagian mungil dari Akun-14 dimana totalnya mencapai 400 sekian maba.


Begitulah, pada hari-hari berikutnya gue memasuki kalender akademik.

Iya, gue kuliah. Aneh bacanya. Gue Kuliah.
Dengan buku-buku original supertebal berbahasa inggris, temen-temen gue banyak ngeluh. Ada juga temen-temen gue yang malah langsung ngejual tuh buku-buku karena lumayan kata dia hampir 3 juta, bisa buat nambah uang saku. Dia sendiri make punya kakaknya dan gue akui itu emang cara cerdas anak ekonomi -_-

Gue pribadi jadi inget IGCSE. Tapi yang ini enak dilihat dibaca dan disayang. Bisa dicoret-coret dan nambah motivasi belajar. Aneh. Gue jadi suka ekonomi.


Anak-anak sembilan belas masih sering kumpul, keluar bareng, narsis bareng. Rame di line bareng. Sama siapa pun, lengkap-ga lengkap, cowok-cewek, yang pasti gue sayang kalian.

Sesi perdana gue dapet sama Prof Suwarto, dosen senior, makul Pengantar Bisnis. Dosen terngehe gue adalah dosen Mat-Ek, karena untuk ukuran makulnya dia terlalu bisik-bisik.

Gue memutuskan buat ikut Senat dan KSPM. Jujur gue tertarik masuk KSPM karena videonya anjir kece abis. Mereka abis comvis sama stuban ke jakarta, plus on air di Kick Andy. Kemarin kuota masuk 100 orang dan syukurlah gue kebagian. Gue juga tertarik ikut Seutas dan PSM. Seutas udah jiwa gue (jurnalistik dan pers) sedangkan PSM-nya Atma Jaya itu keren manteb shadhappp.

Di hari gue ketemu hiesqi yanda arpan, ada belasan kakak-kakak pakai kaos kuning bawa-bawa koper masuk kampus. Ternyata mereka anak PSM dan baru pulang dari Singapore bawa Gold Medal Asia-Art Fesival. Sebelumnya mereka juga borong beberapa Gold Medal di Vietnam, Manila, dsb.

Nah iya kalo gue lolos audisi not angka. Kalo nggak.


Inget gak gue pernah bilang gue benci akan masukan yang cuma ditujukan buat kepentingan psikologis? Aku bukan tipe orang yang bisa self-motivating.

Jadi ketika gue bilang pandangan gue tentang Atma Jaya banyak berubah, I really mean it.

Ada beberapa hal yang waktu di SMA kemarin gue dan banyak anak pikir gak akan bisa ditemuin lagi di luar. Tapi gak nyangkanya, di sini, gue ketemu lebih banyak orang yang ngewujudin hal-hal yang gue nikmatin zaman SMA.

Senam gila nya anak IPS gue temuin orang-orang macem Insis di sini. Hal-hal ndadak dimana kreativitas dan kerja sama dituntut buat berselaras dengan deadline juga ada. Orang-orang proaktif dengan ide solutif, banyak. Dan keluarga yang peduli, juga gue temuin di sini.

Gue kaget waktu banyak tahu temen-temen kuliah gue sekarang jarang yang daftar dan minat ke PTN. Bahkan pemikiran gue kalau swasta ga akan nolak siswa itu juga salah. Karena ternyata masih banyak yang ga lolos. Banyak yang langsung bidik swasta padahal mereka mampu di PTN. Kata mereka ga prestige kalo saingan sama orang-orang yang juga bisa ngebeli kans kursi kita. "Daripada ortu gue ngeluarin duit buat formulir tapi guenya gamau" kata mereka.

Gue bingung, kadang tertohok. Gue yang ada di bekas lingkungan orang-orang pengejar PTN ngerasa sendirian. Karena itu, waktu ketemu hiesqi yanda ma arpan gue motivated banget. Gue ga ngerasa sendirian lagi. Karena nemuin yang satu semangat dan satu penanggungan.

Gue juga seneng karena walaupun baru seminggu di sini, gue dapet banyak banget inspirasi dan hal baru yang menggelitik gue, yang jujur, gak gue sangka bakal gue dapet di sini.

Pada sesi studium generale ada mini talkshow sama tiga dekan, di mana Dekan I lulusan UGM (maksudnya S1) dan dia satu-satunya staff yang ketemu kami pagi itu (selain kaprodi dan para dosen) yang tepat banget buat kami-kami para pelarian dari PTN. Dia bener-bener objektif cerita tentang semuanya. Dan itu yang sekali lagi bangun opini gue. Ada juga tiga kakak mapres. Ada satu cimeng, cimeng banget masya owo logatnya. Ada satu cewe, dan kali ini dia adalah versi sejenis gue, ga lolos PTN tiga tahun lalu. Si cewe ini mantan ketua osis SMA Vanlith (ga mungkin ga tau) dan dia dua kali nerima beasiswa Astra, dan masih banyak prestasi inspiratif lain kayak yaaa IP-IP-an, keorganisasian, sama ada satu cowok lagi, cowok sixpack ketua PSM.

Banyak hal-hal yang gak habis gue tulis di sini dan inspiratif banget. Gue takut beberapa di antaranya terlalu frontal untuk dibagi di ruang publik. Kenyataan dan referensi yang selama ini gak gue dapet karena tertutup dogma selama SMA tentang PTN. Tapi gue kicep abis sama quotes intermezo nya Kak AB (waktu itu dia moderator. dia juga gak kalah inspiratif. Kayaknya waktu penyerahan amplop like dia yang paling panen. dia sempet di Teknik Elektro UGM (ugm bukan sih? tapi dia bilang negeri) tapi sekarang kuliah manajemen karena teknik bukan passion dia. denger-denger, cuma denger-denger, kayaknya dia juga yang bawa hmj manajemen nya Atma bisa ngalahin UGM tahun lalu):

"Sesi pertanyaan. Gue bakal kasi buku ini buat pertanyaan terbaik. Ini buka favorit gue, What The Dog Saw. Buku ini emang bekas. Tapi ilmu gak pernah bekas. Karena gue percaya, buku akan selalu baru ketika bertemu pemilik baru."

Gue akan selalu highlight quotes itu. Gue suka banget.

Selanjutnya tentang kelembaga-mahasiswaan. Gue cukup ngeh dengan beberapa prestasi akademik dan non-nya. Gak luar biasa, tapi bisa diperhitungkanlah. Setidaknya buat olimp akunnya masih berkicau di beberapa ajang nasional, di UI, UGM, dll.

Tapi gue tertarik ma Senat. Kalo di univ lain namanya BEM.

Kalo denger di univ lain, gue akan cenderung ikut hmj. Tapi di sini, sebelum gue ngeh kalo senat sama dengan bem, ya gue tetep ikut sih. (hal ini tidak gue umbar terlalu ngoyo dulu karena masih akan melalui beberapa rangkaian seleksi)

Yaaa itu seputar-putar.

Sekarang soal aktivitas gue yang lain.

Gue kemarin udah nulis draft pemikiran gue (yang bakal sering ilang lagi dan kelupaan kalo gak ditulis, karena ramenya lalu-lalang di dalam sini *nunjuk pelipis*) tapi entah kenapa gue hapus. Dan gue lupa itu berisi draft. Bego.

Gue menikmati kamar gue berserta suasana dan aura positifnya, gue udah cerita. Gue menyukai segala kematchingan properti terhadap interior kamar gue juga udah cerita. Gue menikmati penataan gue terhadap kamar, iya gue udah cerita juga. selanjutnya ada beberapa aktivitas yang bikin hidup ini membahagiakan dengan sederhana. Berikut di antaranya:

1. Buka jendela dan selambu pagi-pagi

2. Ngerapiin kamar, nyapu at least

3. Mantengin billboard & soundcloud dan download-download beberapa lagu baru. Yang selalu baru. Yang memper kuping gue keep, yang aneh-aneh gue deleted. Nyeseknya, lagu-lagu ini beberapa di antaranya bakal gue banget kalo keluar beberapa bulan earlier.

4. Belajar. Ini aneh. Karena sebelumnya gue bukan tipe orang yang "belajar" (poin ini gue tulis pendek aja karena gue tahu orang-orang yang tau gue bakal ngakak bacanya)

5. Ngelist barang-barang yang needed dan wondering kapan belinya. Terus eksekusi.

6. Muter-muter kota sambil cari inspirasi, makna, ide. (emang harusnya gue masuk filsafat aja keles)

7. Beli Chocoheaven di mesin pencetak minuman (apa ya namanya) di lobby kecil kampus.

8. Orang-orang baru tiap harinya, budaya dan mindset yang juga baru. Gue nyeseeel banget udah underestimate dan kemakan doktrin zaman SMA. Gue beneran nyesel.

9. Makan di sambel layah hahahahahahah

10. Line dan kericuhan di dalamnya :)

11. Kegiatan-kegiatan baru, usaha-usaha baru. Makrab-makrab dan hiburan baru.

12. Wondering kapan kosong dan plesir ke pantai.

13. Nungguin xxi release film-film baru dan nonton.

14. Beli buku baru.

15. Pinjem cd atau ngopy film (ini mah SMA banget)

16. Buka blognya Kertiii sambil dengerin Abang Sam Smith

17. Nyeduh ceremix sambil beraktivitas di meja kayu samping jendela

18. Sketching, again.

19. Bersih bersih badan

20. dan banyak hal lain yang bakal gue tulis kalo nyliwer lagi.

30 degrees.

Catatan Dahi. (karena letaknya di atas bukan di bawah atau di kaki)
Ini bukan tulisan Pipod yang biasanya. Dua entri terakhir berisi tulisan-tulisan rese yang ga perlu dibaca.

Gue udah bilang, kamar kos gue bener bener moodboosting. Rapi, luang, softies, dan fit banget sama properti-properti kamar gue. Selambu floral soft pink, bedcover white and cremmes, wood table nya. Bata exposed nya. Lemari temboknya. Lantai duanya. Jendelanya. Asoy.

Temen-temen kuliah gue ngehe semua. Inisiasi fakultas kemarin kelompok gue jadi Kelompok Terbaik. Kami 28 dari 854 maba. Ngumpul jadi satu. Gak banyak anak jogjanya. Dan kami ga kayak kelompok-kelompok lain yang sering show off. Eh taunya jadi Best Group. Seneeeeeng hahahaha.

Setelah regis, dapet alma dan foto buat KTM tanggal 7 kemarin, gue sempet pulang ke Jatim. Tanggal 11 balik buat TM. Dan Selasanya gue 'dipertemukan' dengan Hiesqi, Yanda ama Samo. Hiesqi dari kota bandung, Yanda dari Jakarta, dan Samo alias Arpan dari Bengkulu.


.....

Selasa 12 Agustus 2014.
Hiesqi ngajakin gue, Yanda ma Arpan ke kantin. Di sana kita lebih bebas tukar ide buat video kelompok. Dan terbukti. Usut punya usut, ternyata kami sama-sama pelarian dari UGM. Hiesqi Psikologi. Gue ma Yanda Manajemen. Arpan.. nah gue lupa deh dia mau kemana hahahahah

Di kampus yang (maaf gue bawa agama) mayoritas mahasiswanya nasrani, Yanda dan Hiesqi cukup kece dalam beradaptasi. Dan anyway ternyata kami pada 'salah jurusan'. Hiesqi ke IE. Gue ke akun! Yanda harusnya ke ISI aja! Dan Arpan solo (vocal) debut aja hahaha

Satu lagi, kami berempat perantauan semua.

Kami ketawa-ketawa ngakak hari itu, bicarain ide, bahasa, dan banyak hal lain yang bikin kami kelihatan kurang ajar karena gak beli tapi ngendon lama di sudut kantin.

Mulai dari itu. Hidup gue berubah.

Besoknya, seabrek tugas (yang ngabisin sejuta lebih cuman buat beli atribut) menjemput kami di kampus. Sayang, ketua kelompok kami malah absen. Tapi kecenya, kami semua langsung ambil aksi masing-masing, tanpa komando, tanpa ada yang diem aja, tanpa koordinasi dan tanpa protes. Secara alam-iah kami nyinerji dan pekerjaan kami selesai dengan tepat cepat sempurna.

Sesi kedua adalah video. Gilaaaaaaaa itu ngeratin kami banget! Kelompok lain masih mau pada bahas konsep, kelompok kami langsung cus syuting dimana-mana. Sampe secene terakhir, tentang keragaman bahasa, kami berhasil mencuri perhatian banyak kelompokm lain dan senior karena ambil lokasi di koridor lantai 4..

Di Atmazing Race, kami menjalani serangkaian race melelahkan. Kebetulan gue kebagian nyelesaiin business plan dulu waktu itu dan harus ikut putaran pos lima. Yang ternyataaaaaa ada di pojok belakang kampus (kami habis nyari sampe depan kampus padahal, sempet kena tipu senior juga)

Selanjutnya kami dapet misi buat.. pergi ke RM Rata Rata yang letaknya di perkampungan belakang kampus. Kami punya 20 menit untuk pergi ke sana, beli makan dua porsi, makan, took a selfie, upload ke twitter, balik buat laporan dan selfie lagi!

Sekembalinya kami menyelesaikan pos, kami nongsis ber-28. Kami pulang lebih 'pagi' hari itu karena besoknya masih akan ada sebuah rangkaian acara yang paling melelahkan.

Sabtu, 16 Agustus 2014.
Kemeja putih, celana kain hitam, sabuk dan sepatu yang juga hitam, rambut diikat rapi, kaos kaki putih, tas kantung gandum 20kg berisi atribut, cocard dan buku tandatangan menghiasi badan.

Pagi itu diisi oleh Studium Generale dari Dekan, Kaprodi, Dosen dan lembaga-lembaga mahasiswa FE. Sorenya, inisiasi dilaksanakan. Hankam masuk, peserta inisiasi ditutup matanya, dan gue keluar karena ada panggilan buat mahasiswa-mahasiswa 'berpita'. Hari itu entah kenapa, tensi gue drop banget, padahal soal mental hysteria dan bentak-bentakan itu biasa banget zaman SMA, mungkin lebih dahsyat. Tapi apa boleh buat. Saya terkulai tak berdaya.

Hampir sejam berlalu, akhirnya saya memutuskan untuk turun. Dengan kepala masih pening gue turun. Mata ditutup, gue mulai berjalan dengan instruksi. Lantai empat ke satu, sesampainya di dasar, gue merasakan percikan-percikan air wangi, jalan yang diputar-putar, dan dua kain yang dibisikkan ke telinga gue bahwa itu adalah kain bendera. Kami terus meraba, percaya, bernyayi dan bernyanyi. Hingga pada akhirnya kami resmi terinisiasi.

Dan puluhan kembang api meledak di langit.

Sembilan belaaaaaaas kalian keceeeeee! Kita keceee :D

Barisan Para Mantan vs LDR

Judulnya ngehe banget gak sih. Hahaha. Malem ini gue mau rada selo nulis. Maaf ya kalo bahasanya jadi rada rese.. Ini bukan tulisan yang Pipod tulis pas lagi cakep. Kalo tadi mampir mau baca-baca makna, filosofi atau esai, mending close tab dulu yak!


Waktunya siaran!


Enggak, bukannya level musikalisasi gue turun. Cuma gara-gara akhir-akhir ini mau di mana pun pasti ada tuh dua lagu. Selain Rude nya Magic. Itu juga racun tuh.

Gue jadi inget Tangguh. Yang dulu pertama kali ngenalin lagu ini.

Aku sudah mulai lupa saat pertama rasakan lara oleh harapan yang pupus hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian barisan para mantan dan semua yang pergi tanpa sempat aku miliki


 Hahaha ngangenin juga tu anak.


Kangen juga sama anak-anak kamar gueee... halooo yang di sana yang baca entri ini tolong sampein yaaaak gue kangen kaliaaaaaaannnn! Suasana kamar itu, aktivitas pagi kamar itu, jendela raksasa kamar itu, interaksi dalam kamar itu, dan semua yang pernah gue lakuin di ruangan itu selama tiga tahun.

Gue kangen sama Ipang. Dua hari lalu gue bilang gitu terus. Tanya matthew kalo ga percaya. Yawo jadi anak jadi itb juga dia. Gue kangen ke Gereja tiap Minggu pagi bareng dia. McD KFC bareng dia. Jalan kemana bareng dia. Curhat, diskusi, tukar pendapat sama dia. Ipaaaaang I miss you duuude!

Gue kangen banyak hal.

Gue kangen Ayik. Maka Ayik adalah hal. Bercanda. Teman satu selera gue yang update nya minta ampun. Geeky tapi kece. Asik diajak ngobrol karena suka jarang ada yang nyambung selain sama dia.

Gue kangen Wicak. Sebelum pisah, dia sempet nitipin sebuah artikel ke gue. Terbitan Kompas. Masih gue simpen tuh kenang-kenangan. Gue yakin dia bakal shinning di UI. Gue yakin.

Gue kangen sama terakhir kali nyanyi bareng Afif (sekarang jadi bule di US), Ican, dan Ody siang itu di lantai satu Gedung B.

I feel something so right.. doing the wrong thing
And I feel something so wrong.. doing the right thing


..dan masih banyak lagi yang gue kangenin.



Biar gak nangis, gue ngehapus playlist-playlist ceria yang bakal ngingetin gue directly pada kenangan-kenangan tertentu. Di beberapa entri sebelumnya gue pernah cerita entang lagu-lagu 'penutup' masa SMA. Marmut merah jambu bakal langsung bikin gue nangis. Dekat Di Hati bikin nyesek sampe mati. Happy bakal selalu ngingetin gue akan tiap detail pagi itu.

Hidup gue jadi aneh. Di sisi lain gue seneeeeeng banget sama kehidupan baru gue. Tapi di sisi lain, berparalel dengan itu, ternyata gue rapuh. Tapi hal yang sekarang lagi gue nikmatin emang bener-bener menelan gue bulat bulat. This new life way sooooo exciting and enjoyable. Tapi ga mungkiri sekali inget lagi sama SMA, langsung kedip kedip biar gak galau.

Kamar kos gue bener bener moodboosting. Rapi, luang, softies, dan fit banget sama properti-properti kamar gue. Selambu floral soft pink, bedcover white and cremmes, wood table nya. Bata exposed nya. Lemari temboknya. Lantai duanya. Jendelanya. Asoy.

Temen-temen kuliah gue ngehe semua. Inisiasi fakultas kemarin kelompok gue jadi Kelompok Terbaik loh. hahahahah. Kami 28 dari 854 maba. Ngumpul jadi satu. Gak banyak anak jogjanya. Dan kami ga kayak kelompok-kelompok lain yang sering show off. Eh taunya jadi Best Group. Seneeeeeng hahahaha.

Setelah regis, dapet alma dan foto buat KTM tanggal 7 kemarin, gue sempet pulang ke Jatim. Tanggal 11 balik buat TM. Dan Selasanya gue 'dipertemukan' dengan Hiesqi, Yanda ama Samo. Hiesqi dari kota bandung, Yanda dari Jakarta, dan Samo alias Arpan dari Bengkulu. Gimana kalo ceritanya lanjut di next entry? :D

Thursday

..terus bergerak.

Iya aku kemarin down banget.

Tapi secara magis, Tuhan bener-bener ngubah hidupku 180 derajat lagi setelah kemarin bagai terjungkir 100 derajat.

Entah kenapa, hidup dan dunia menjadi lebih indah beberapa hari terakhir. Setidaknya, 80 derajat.

Aku bukan tipe orang yang bisa self-motivating. Aku bukan tipe orang mupus yang bisa "ini bukan akhir dari segalanya, keep moving, ayo kamu bisa buktiin kamu lebih baik."

Bukan.

Selama itu memang gak nyata, aku susah buat membuatnya tampak nyata.

Sejak memutuskan untuk ngambil Akuntansi di Atma Jaya, banyak hal yang pantas menjdi bahan tertawaan.
1. Aku kuliah di prodi Akuntansi.
2. Akuntansi adalah pelajaran dan Akuntan adalah pekerjaan paling menjenuhkan.
3. Aku benci angka.
4. Aku ini anak bahasa dan oral. Aku ini konseptor, bukan pelaksana.
5. Aku gak kuliah di PTN.
6. Aku tinggal di kota yang hampir aku hafal setiap jalannya tapi di daerah yang malah gak pernah aku jamah.
7. Dan masih banyak lagi.

Selama menunggu bulan Juli berakhir, aku sibuk mencari tahu dimana-mana dan bertanya bagaimana sebenarnya Atma Jaya. Aku browsing sana sini cari tahu referensi ranking PTS, afiliasi alumni dan lulusan, testimoni dan nasihat.

Matthew sama sekali gak bisa motivasi aku waktu itu karena kembali lagi, aku gak akan percaya dengan hal-hal yang diutarakan untuk kepentingan psikologis.

Tapi di malam terakhir aku mati suri dia sempet bilang 3 kalimat yang gak bakal pernah aku lupa. Makasih ya met, makasih banget :)

..dan ada satu lagi hal yang masih bisa dicerna secara logis. Dari Matthew.

"Kalo kamu udah ngerasa jatuh dalem banget, sedalem-dalemnya, berarti habis ini kamu dapet giliran buat ditinggiin setinggi langit." karena roda itu ada. dan akan selalu berputar, selama kamu terus bergerak. tinggal tunggu giliran kita. dan teruslah bergerak. hanya bergerak. :)

Daily Report 5

Gue bingung mau mulai darimana.

Gue sekarang lagi di atas kasur. Di kos baru yang tiga malem ini udah nerima gue singgah di dalemnya. Kos gue sederhana, tapi rapi dan nyamaaan banget. Gue gak butuh kamar mandi dalem dan kondisioner udara.

Yang paling penting adalah gue bisa punya jendela besar, lingkungan sekitar bersih dan kamar mandi banyak udah dikurasin penjaganya.

Gue ga lolos masuk UGM :)
Setelah satu-satunya pilihan undangan gue di sana ditolak, gue masih optimis sama pilihan-pilihan gue yang lain di kampus impian gue sejak tk itu. Ternyata kampus ini belum nerima gue di sana. Dua pilihan gue gugur. Termasuk tiga pilihan gue di ujian tulisnya.

Gue sedih.
Gue nangis.
Gue down banget.

Gue blank hampir seminggu.

Gue masih inget di hari pengumuman itu, tepatnya jam 16.50, gue masih dasteran pake jaket pergi ke warnet.
"Maaa doain yaaa!"

Ternyata gue pulang dengan tangan hampa.

Di hari pengumuman utul, hari yang jadi pengharapan terakhir gue, gue cuman bisa teriak...
"Mamaaaa aku ga lolos"

Gue gak iri sama temen-temen gue yang udah mapan di PTN. Mereka pantas mendapatkannya.

Gue juga gak iri sama 5 orang temen IPS gue yang berhasil ikut PPSMB Palapa tahun ini.

Gue sedih akan impian gue sendiri.

Gue gak ambil mandiri di PTN lain. Gue gamau.

Gue maunya UGM.

Gue ga ambil SV UGM karena gue bukannya cuma ngejar nama dan almamater UGM nya doang.

Gue pengen jadi anak manajemen, hukum atau ilkom UGM. Lulus maksimal 4 tahun dan jadi mapres.

Tapi impian gue belum bersambut.

Gue kesel sama orang-orang yang masih nanya, kenapa ga ambil filsafat aja atau sosiologi, kan aman.

Bukan kayak gitu yang gue pengen :(

Tahun ini, Hukum ada di peringkat 2 setelah Kedokteran sebagai Jurusan yang paling diminati.
Manajemen ada di peringkat 3.

Lebih baik gue di swasta daripada di PTN yang ga gue pengen. Dan sekarang (karena kemarin cuma sempet daftar ke sini) gue kuliah di Atma Jaya.

Tuesday

Just Spite of Angelina Jolie Was Born in June 4th.

June 4, 1996

The Secret Language Name for this date,
and for those born during it, is...

COMPASSIONATE CRITICAL EXPERTISE
 MENTAL - VERBAL - INTUITIVE - DEMANDING - OVERCRITICAL STRESSED 


Because of their quick minds and facility with language, June 4 people generally attract attention. When speaking on a subject they can be positively inspirational but when expressing disagreement they are rarely nuanced or diplomatic. Although not necessarily suited for leadership roles, those born on this day may nonetheless find themselves at the top. They can feel insecure in such a position, and must therefore guard against autocratic behavior.

June 4 people should put their verbal skills to work in a constructive way, because their critical observations, no matter how insightful, can arouse antagonism. In a word, they should focus less on objective truth and more on human relations. Cultivating a sense of humor relatively free of sarcasm can contribute greatly to this end. Unless they find a way to mute their impulse to criticize, they may alienate even their closest friends. (....)


For further reading: click here



Sunday

Spell it 'JULY'

Banyak hal akan segera diputuskan bulan ini.

Belakangan, Langit terlihat sesak. Sesak akan harapan berjuta umat manusia. Sesak oleh keindahan milyaran doa dan nyanyian merdu.

Hal-hal yang sama sekali tidak main-main. Masa depan 664 000 calon mahasiswa. Lima-tahun-ke-depan 230 juta nyawa, dan berjuta supporter piala dunia.


Semalam, Langit terlihat sesak.


Memasuki semi final piala dunia, masa tenang pemilu yang 3 hari lagi akan dihelat, juga satu minggu tersisa untuk para pejuang sbmptn, belum yang puasa. Bandar judi berdoa. Para penjudi sibuk berdoa. Para tim sukses juga berdoa. Minggu ini adalah Minggu penghabisan.


Dan Tuhan tidak pernah tidur. :)


Dan Langit terus berharap ia tak hanya sesak bulan ini, saat Juli berakhir. Semoga ia tak lagi hanya sesak oleh polusi dan sumpah serapah debu-debu di bawahnya.


Semoga.

..

Wednesday

Daily Report 4

Cie, gimana kemarin yang habis sbmptn?

Ada yang dateng dari subuh? Dua jam sebelum? Atau kayak aku semua pada isi LJP baru masuk ruangan?

Kebonya Matthew, diminta jemput sebelum jam 9, jam 9 kurang dia baru berangkat. Aku udah dari jam 7 pake bedak bayi ya to, udah katam keringet dingin detak jantung di sekujur tubuh, dia tambah bikin aku senewen karena belum bisa dihubungi sampe jam 8. which was dia baru bangun sodara sekalian.

Lalu motornya nyandet pas mau berangkat dari hotel. (Iya, jadi dia emang habis sama keluarganya gitu) ternyata bensinya habis teman teman. Menuju pom bensin, ada rombongan kampanye jokowi-jk menuh-menuhin jalan pintasnya. Di pom bensin rame dan jogja macet pagi itu. Kami baru bertatap muka 9 15 dan langsung ngebut ngeeeeeeng ngeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng kayak pembalap gitu ke lokasi tes.

Yang harusnya 9 15 maksimal sampai lokasi eh baru cus. Sampe di lokasi matthew jalannya pincang gitu gara gara buru buru hahha aku malah ngakak santai2. Alhasil aku masuk ruangan ketika semua pada ngisi ljp..

Lunch break, kemudian makan di burjo sama matthew. Diumeng umeng la la la...

Usai pengerjaan soshum, ternyata matthew udah nungguin di koridor sambil main clash of clans. Terus aku diumeng umeng lagi. Terus kita ngejus di deresan..

Ditemeni hujan... :)


Sampe rumah rania ternyata masih pada belum pulang, akhirnya maem di mamiku deh. terus malemnya mau nonton gak jadi. terus makan di lalapan. Yaudah deh.

Semoga lolos. Nothing to lose. All is God's choice. He knows the best.

Sunday

Turning 18.


He always knows how to be my muse. Turned my frown to a smile, a billion sparks and a light. A giant light.


Brought me back on our first-date's place, he reserved the same exact menu and i love it hahah *lambai2 tangan* ini gara2 ada yang pada kepo gue dikasi apaan nih ulang tahun kemarin. But i tell you guys the next few days got a higher score(s) from me.


Jadi kayak yang (mungkin beberapa dari) kalian tau lewat tl dsb, kedramatisan gue meninggalkan asrama untuk selama-lamanya (gitu cara kita memberi idiom ke cara kita boyongan pulang abis lulus) tepat di h min satu ulang tahun gue.. pagi gue berangkat dari malang, malem nyampe ponorogo, besok siangnya nyampe jogja. Dan malemnya dia ngasi ini.. he really turned my tears into cheers


..hahahahaha ga soswit banget ya gue nyeritainnya tumbeen.. lagi ga menye menye nih. sori ye. nih bonus foto foto ( ^ )

Thursday

Catatan Akhir Sekolah Sampoerna Academy Malang




Video ini sebenernya masih belum layak publish karena renderingnya error dan baru sempet dirender ulang setelah (ternyata) si Candra mublish ini duluan di youtube. Untung kemarin aku iseng2 typing keywords. Ketemu deh. Sial, ga bilang2 dia hahahah

Yak, ini video yang aku maksudin teman teman. Kami selaku #ohyeah team mohon maaf kalau banyak details yang miss (misal tulisan A Recall-nya kekecilan dan kurang ke kanan sedikit), potongan lagu yang sepersekian detik kecepetan, suara memet agak beda karena waktu itu direkam seadanya sebelum dia berangkat tes STIS, endingnya masih misterius (isinya klimaks dan kredit kami sih) karena pengerjaan 15 detik terakhir didadak setelah wisuda (aku rekam paginya sekenanya objek) which was gala diner tinggal 2 hours to go, dan dosanya waktu itu aku malah gak ikut rendering karena gupuh ngurus sbmptn.... macem macem wes pokok e hehehe




Sedikit cuplikan mengenai percakapan di lobby Harris hotel, 31 malam, 2 jam menuju pemutaran video: "Awakmu ga takon videone?"
"IYO soriiiiiii sori sori wes mbo lebokne kan? Piye demau sopo sing garap? Soriiiiii :( :( *dan emot sad yang banyak sekali*"
"Gung dadi, pecah render e..."
"SUMPAH? Sumpah ga mungkin ga mungkin!"
"Lihat wajahku. Apakah tampak berhasil?"

"Iyo."


Ya ampun... kalo inget dari tgl 28 siang sampe 30 malem... 10 jam pertama kita cuma berhasil nyelesaiin 2 menit coba. Kicep abeees.

29, sehari sebelum general rehearsal buat graduation, kita masih maksain kerja, satpam udah ga berani ngusir. Memet (memet temen seangkatanku bukan memet matthew hehehe) yang udah kayak profesor gitu berhasil memecahkan problem template aftereffect hahah, motong motongin (waktu itu aku ayik dan ichi), ngepas ngepasin, ican mumet nggawe nyowo (naskah itu idenya ican aku cuma bantu buat kata kata), ichi yang move dengan ide ide brilian-nakal nya hahaha dan judul  A recall yang kita pusingin sampe hari terkahir itu keluar dari mulut Ayik. Selama tiga hari kita lembur di B12, sometimes mereka semua ninggal tidur aku yang keasikan motong2... dan lahirlah anak pertama kami hahaha

Bela-belain mata merah pas gala dinner, turun tiga kilo, dan aku cinta banget sama kalian. Anak anak muka corel dan aftereffect yang ngajarin gue banyak hal. Toleransi, gak egois, sinergi, what it's called bahwa kalo mata dan penggambaran orang itu beda-beda. Kalo semua hal (walaupun gak mungkin sekalipun) bisa dikerjain sambil seneng-seneng. Kalo kenangan itu bukan dibuat, tapi gimana cara kita ngasi makna. Dan makna yang satu orang dan orang lain kasi itu gak sama. Dan kita harus menerima itu. Soswit yaa.

Itu semua (kecuali part inagurasi, mos dan solo camp) seratus persen murni hasil karya kami, mata ketiga kami, rekaman kami sendiri. Walau ada yg harus minjem kamera, momen-momen macem drama tiga bahasa dan mahakarya perkusi juga belum bisa masuk.. Maafkan kami ya.

Tolong kalau pada akhirnya ada yg jadi mnegklaim sedangkan kami terlalu polos buat minta royalti, ya sudah, ndak papa. Yang penting kalian suka.

Backsound dari Boooo! sampe Lebih tinggi suara anak2 asli. Soundtrack (dari awal ke akhir):
RAN Hari Baru (usulan Shendy)
Instrumentalnya ican bentar ta tanyain
Hivi! Lihatlah Dunia (ini aku yang ngebet hehe)
Phillip Phillips Gone Gone Gone (yang sebenernya aku pilih dgn ga ngasal karena kalo pada tau artinya.... :')


Kemarin sayangnya aku pulang duluan. Ngopi-ngopi foto di anak2 aja seadanya. Belum minta mentahan video ini (yang semua kami kerjain di ASUS nya ichi) dan videonya sendiri. Video yang udah mateng bakal diupload secepatnya. Silakan berpenasaran ria. :)



PS. Di video ini, aku cuma satu kali keliatan. Cek menit 2:11 ya :')


Kalo mau tau gimana kehidupan asramanya lihat video di entry ini ya, klik Some Things Unshown

Tuesday

Weightless.


Menurut gue, Weightless adalah lagu yang paling fit sama masa kelas-tiga-SMA gue.




Lagu yang akhirnya lenyap setelah hari itu, hari dimana gue berdiri dengan 151 anak lainnya menggunakan toga merah di atas panggung legenda anak SA, the graduates stage, dengan bangga.





Makasih buat segenap organizer, panitia, bapak/ibu guru, psf, wali murid, dan semua adik-adik kelas yang udah bantuin. Makasih buat Pak Helmy Yahya yang udah mau dateng dan sharing sama kita. Makasih buat semua alumni yang nyempetin dateng! Makasih buat choir team yang sumpah, pas bawain untukku nya chrisye sama melangkah lagi nya vina panduwinata bikin nangis kejer. keren banget banget banget.



















Makasih buat Gala diner, yang cuma ngasi kesempatan 10 menit buat self make up sampe outfit dan hairdo.. yang bikin telat ga dapet bis (iya bis he -_- dan syukurlah waktu itu dapet mobilnya pak zam zam hahahah setidaknya turun red carpetnya okelah dibanding turun dari bis)



Makasih buat seminggu terakhir terkicepnya. 4 hari gak tidurnya. 2 hari gak makannya. Gosong-gosongnya. Turun 3 kilonya. Mata merahnya di graduasi apalagi gala diner. Ngakak sampe nyeseknya.

Makasih buat semua di tanggal 31. Rasanya semua sudah terangkum di twitter atau instagram dan mungkin masih belum cukup aku bilang makasih.


Kalo inget zaman baulah, dulu, masuk sebagai angkatan ketiga dan terakhir, kami berjumlah 150 orang. Bukan kebetulan kami bertemu, mungkin takdir yang memunculkan nama-nama kami di antara ribuan nama lain. Berasal dari berbagai daerah, kami adalah orang-orang asing yang belajar hidup jauh dari orang tua atas nama asrama dan beasiswa. Kebetulan aku sendirian dari SMPku waktu itu, dan banyak almamater tunggal lain yang datang dengan wajah-wajah polos penuh mimpi.

Berusaha mengalahkan homesick selama hampir tiga bulan, those strangers are now a family. Hidup 3 tahun satu atap, kemana-mana, mandi makan tidur kelonan bareng, tiap menit ketemu ini dan itu, bangun tidur ketemu lagi, sekolah ketemu lagi, kami mungkin bukannya gak homesick lagi, tapi dormsick.

Awalnya asrama SA ada di tengah kota, di UB, di samping matos, dan lihat senior angkatan satu gue, gehol-gehol-abis. Apesnya, semenjak gue dateng, asrama pindah ke bangunan (area sih) baru di daerah Tlogowaru, daerah pinggiran yang baru aja masuk kota, dikelilingi sawah, mungkin masih hidup komunitas ular, dan mau ke indomaret aja harus jalan sekitar 2 kilometer.

Look at us, kita cupu sekali. hahaha.

Percaya sama gue, tiga tahun di asrama, gue gak pernah nonton tv. Konteksnya nonton lho ya. Majalah-majalah macem Gogirl! cuma bisa gue temui di perpustakaan. Keluar asrama jauh, hingga akhirnya leebih menggiurkan jika weekend gue yang superlangka gue habiskan dengan nonton film atau tidur sepuas-puasnya. Atau nyuci baju. Atau setrika. Yah sama aja dong.

Haha begitulah.


Cerita tentang Graduasi juga bikin gue inget masa inagurasi. Waktu itu gue berdiri dengan lebih banyak anak, di atas panggung yang bukan main besarnya. Dan tiga tahu setelahnya. Yang kami lewatin di asrama, dari yang awalnya cuma ada gedung B dan A, sampe sekarang udah ada kumbung jamur, kantin dua lantai, klinik, mercusuar, lapangan basket, voli, perpustakan, lab, gedung sekolah dan taman bunga mataharinya.

Asrama yang aku tinggal seminggu lalu. Yang bikin travelku banjir pas perjalanan pulang. Yang bikin aku nyesek tiap inget tiap detilnya. Langit-langit kasurnya nanda tiap aku buka mata. Jendela kamar dengan pemandangan terajibnya. Gunung Putri Tidur di persiamannya. Langitnya.

Gak ada lagi pintu kamar Cecil tiap kali aku buka pintu kamarku. Gak ada lagi rempong di kamar mandi. Gak ada lagi dispenser di ujung koridor. Toa-toa. Gak ada lagi gedung b yang aku lewatin tiap mau makan dan sekolah. Jembatan Cinta. Mercusuar. Neysa. Diah. Nanda. Mega.

Sial, Meg, lo gimana tanpa gue di Unpad. Siapa yang nemenin gue males belajar lagi. Bangun kesiangan. Main subway surf. Mandi telat. Bikin Mie. Titip makan.

Makasih ya kemarin udah nemenin aku malam terakhir di Malang. Jalan-jalan ke matos walau belum mandi (haha serius) nemenin aku ngurus sbmptn, utul, nyelesaiin semua urusan legalisasi, and every single thing yang gak bakal selesai aku ketik sekarang.

Yang bertebaran di blog ini, di tiap folder-folder foto, lirik-lirik lagu, video-video, dan daun daun dream trees kita.

Di setiap mimpi kita.


Dan setiap doa kita.


Monday

Daily Report 3

Hore, bisa ngeblog lagi. Asik asik. Tadi sampe mana?

Oya.

Balik ke timeline #ohyeah team..

Menapaki klimaks SMA, 26 Mei adalah hari yang sangat menyenangkan buat gue. Jujur, di awal proposing event ini, gue sempet takut bakal 'ga sejalan' sama anak2 HS (presiden house; gampangnya house itu kayak 4 asrama hogwarts cuman ini ada 9). Kenapa

Kita berlima cenderung anak berjiwa bebas dan slengek. Selo, bisa dibilang sweg abis (keleees), dan.. tidak terlalu idealis. Sedangakan bagi gue anak2 HS itu anak2 berprinsip yang sedikit struktural, dan bisa dibilang profesional. Beberapa dari mereka dituakan, dan imej itu sudah sangat menempel dan kami mungkin akan seperti cucu-cucu dengan nini akinya.


Dan gue salah.

They were merely another kiddos. Yang kalo diaworin bakal jadi taman bermain. paud. atau apalah.
Seharian sama mereka bikin gue lupa nem gue, lupa ketidakklimaksan kelas tiga gue, dan bikin hari itu begitu berwarna. (iyalah orang hari itu emang kita main cat dan pewarna kue hehe)

Gue sayang banget sama mereka. Ngakak. Pengen eek. Sedeng semua.

High pitchnya Cinta, gejenya pipi (hahah), ketawanya Jalu. Duo Ody-Reyhan. Mak-mak rempong. Playlistnya tatang shendy dan semuamuanya.

Hingga, 27 Juni bener-bener cerita lain.

Pagi yang imut. dengan playlist pindahan reyhan, sungguh mendukung up-leveling hari itu. Setelah senam pagi dan anak-anak balik buat mandi.. kami sarapan bareng. Niup balon bareng. Nyiapin perkakas bareng. Sampe sekarang, playlist lagu pagi itu bener-bener nempel di otak.

Udah lama aku mencari cari ada apa gerangan di balik dunia permusikan zaman sekarang. Bukannya jelek2 sih, tapi kayaknya lagu2 itu lebih bisa cepet enak didengerin jaman dulu. Lebih mudah melekat dan gampang dikenang lagu-lagu dulu. Entah permutasi atau kombinasi nada udah menipis atau aku yang gabisa ikut tren musik masa kini, tapi dulu itu hampir semua lagu enak masuk playlist. Sampe sekarang pun, kayaknya dominanan lagu zaman dulu daripada yang masih fresh dari billboard yang nongkrong di most played nya music player.

Aku adalah salah satu orang yang percaya kalo some songs itu cenderung attached sama some exact moments, tergantung siapa dan kapan dia dengerin lagu tertentu tsb. Nah di SMA aku lack banget sama these some exact songs. Until that day happened.

Lagu-lagu cheesy kayak, Marmut Merah Jambu (The Nelwans) - Dekat di Hati, Hari Baru, Sepeda (RAN) - Lihatlah Dunia (Hivi!) - Icona Pop's dsb dsb berasa aku bebasdosa-in dari ketidakpuitisan lirik dan kemonotonan nada. Lagu-lagu yang selalu bikin aku inget tiap detail pagi itu, hari itu. Lagu-lagu yang bakal ngingetin aku sama masa SMA. Akhirnya hehehe. Norah Jones sama Jamie Cullum jadi mati gaya.

Keles.


Sebenernya kita ngemban tugas yang rada kompliketed sih, karena setelah acara berakhir, tepatnya jam makan siang, pengumuman SNMPTN berkumandang.

Puncak acara ditandai dengan perang air sumbo (yang udah cape2 kami racik kemarinnya). Bertepatan dengan diluncurkannya kantong plastik berisi air sumbo pertama, dimulailah pula jeritan syukur anak anak yang lolos SNMPTN. Dimulai dengan Hasan, Maskur, Rendra, dan belasan nama lainnya.

Jeritan jeritan bergilir dengan isak tangis mereka yang kecewa karena ditolak.

Hingga muncullah 42 nama yang berhasil menembus gerbang-gerbang kampus impian mereka masing-masing. Jumlah yang melonjak drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ditambah lagi mereka yang memutuskan tidak melanjutkan SBMPTN dan mengambil USBI (lone star college indonesia).

Menyisakan kami yang masih harus mengangkat pipi dan kepala tinggi-tinggi. Kembali belajar dan mengejar.

Aku selalu mikir ulang buat jawab chats, tweets, texts kalian perihal SNMPTN, apalagi jika bukan anak SA yang bertanya.


SMA ku mungkin bukan SMA kacangan di Jawa Timur. Apalagi kami bisa bersekolah di sini setelah melalui penyaringan atas 5000 aplikasi dan beberapa lapis tes. Mungkin kami datang sebagai pemenang, tapi kenapa keluar sebagai pecundang?

Blak-blakan boleh?

Indeks sekolah itu segalanya. Kalo mau dihitung sebagai indeks bagus, berarti hitungan kami hanya 3 tahun. dan itu gak akan cukup buat menumpas indeks-indeks sekolah berangka 1,2,3,4,5... yang sudah berdiri dan mengukir prestasi lebih lama dari kami.

Mirisnya banyak temen-temenku sendiri yang udah berhasil juara di luar negeri, menang ispo, terbang kemana-mana ditolak sama UI, UGM, apalagi ITB. Sakit? Iya. Nyesek? Banget.

Tapi bener kata mas Willy. Undangan itu undian. Gimana bisa mereka yang biasa ngomong si ini habis dari LA, si itu dari kanada, new york, mana mana, si itu dari sana dan sini, juga biasa denger si itu ga lolos ui, si ini ga ada yang lolos itb. Cuma 1 yang lolos soshum ugm.. ya cuma di sini.

Anak-anak tatak yang siap perang. hehe.


Ugh.

Daily Report 2

Hore, gue lulus.
Selamat, gue udah wisuda.
Dan sayang sekali gue belum lolos snmptn.

Nyesek? iya. Tapi lebih bisa dikatain sebagai campur aduk ya. Well kalo mau jujur pas pengumuman unas ga seneng2 amat sih. I felt the animo, sinked in the euphoria. But any of them didnt make sense. for me alone sih. Kenapa

Dapet tugas bikin shortmovie buat angkatan dari anak2 gala diner dengan waktu less than a month dan kebetulan gue cewek sendiri. Gue, ichi, ican, ayik, sama memet (kita semua pake alias ya hehe) pun menyatukan arloji pusaka dan berubah menjadi power rangers. Gue yang pink.

Dengan waktu yang ga seberapa dan ican belum balik pas itu, yang sama2 kita pikirin adalah:
Andaikan video-team itu udah ditunjuk dari awal MOS, dan kita deketemuin, dikomando buat bikin film yang tiga tahun lagi bakal diputer di gala diner, kita pasti bakal ngerekam every-single-details, tears, anger, laughter, dll dll dll. Dan by the way, kita stuck.

Kita gamau bikin video yang isinya foto. Selain mainstream dan anak-anak juga udah pada punya fotonya, video durasi 10 menit akal bikin penonton tidur.
Akhirnya dengan segala keterbatasan, kita dok bakal propose one last event buat angkatan tiga.

And there was!

Setelah ngerekam teriakan, tangis, dan lain sebagainya di tanggal 20 (yang entah menurut orang lain, tapi kalo menurut gue rada maksa sih, gak kaya tahun2 sebelumnya. Gak ada pihak sekolah, gak di mercu, gak ada skhu, gak ada nilai teringgi di jatim, dan lets blame it to our horrible, terrifying education system. gue gak ngerti kenapa di indonesia, angkatan gue apesnya selalu dapet hal-hal aneh. UASBN pertama. Lima kode pertama di SMP. UN standard olimpiade internasioanl 20 kode dengan soal non acak, it was literally different one code to another, really, dan SNMPTN pake porsi plus SBMPTN cuma sehari. abis pengumuman kelulusan online, iya online, itu gue langsung balik ke gedung a. entah gimana anak-anak bisa mood foto2, gue pegang kamera dan gue tetep pulang.)

Setelah histeris bersenang-senang (gue gak terlalu sih) seharian, esoknya, kami terjun bebas. Nilai-nilainya jujur banget. Enaklah yang beli kunci. Sepanjang sejarah, kami ga pernah sekalipun nyontek apalagi beli kunci. Orang sohiban aja tetep gamau noleh. Apalagi dengan soal seganas itu.

Dan perlu digarisbawahi, gue benci kalo ada yang bandingin nilai atau NEM.

Kenapa

Orang soalnya aja satu orang bisa beda sama orang lain. Nah iya kalo pas gue dapet soal apa kelemahan biofuel dengan bahan baku kelapa sawit gue ngerti, nah kalo pas soal itu gue nol, dan anak lain malah dapet soal yang gue ngerti, misalnya, kenapa biogas cocok diapply di pedesaan. Gue dapet 40:8 anak lain dapet akar 40. Gue yang ancur banget di math dapet math susah dan anak lain yang asoy di math dapet math super gampang.

Gak ada equal-equalnya.

So kalo lo ga dapet soal dan kode yang sama persis sam gue, jangan tanya nem gue berapa. Gak ada 50 tjoy. Anjir.

Maaf gue reaktif. Selama sebelum pelaksanaan dan prapengumuman, gue sengaja gak mau protes dulu. Sekarang gapapa dong sejenak gue izin buat ga munafik.

Itu sisi buruknya.
Di luar itu semua, gue bersyukur banget lulus dengan jujur. Lulus dengan standard soal yang bikin mati gaya abis. Gue bangga :) walaupun sedikit terpukul.

anyway, kembali lagi ke timeline tim #ohyeah haha, akhirnya kita berhasil meminang para presiden buat meracik acara tersebut. Dan didapuklah tanggal 27 sebagai tanggal sakral eksekusi acara.

*tbc*

Sunday

Gawat

Aku hedooooon. Tidak. Tidaaak. Cash flow ga selo. Mata kemana-mana. Mau dibawa kemana masa depan diri ini. *iris atm tipis tipis*

Mungkin azabnya turun tadi pagi. Jadi ceritanya, angkot (iya iya gue anak asrama gak gaul kayak kalian-kalian) (rada ilfil nulisnya sumpah) yang kami tumpangi mogok di tengah jalan. Puji Tuhan, masih jalan lagi. Terus mogok lagi teman-teman. Terus dibenahin lagi. terus untungnya nih masih mau jalan tuh, sebelum mati lagi. Kali ini matinya gak cuman 5 menit. Setelah hampir 20 menit, ternyata angkot terbatuk-batuk lalu berhenti.

Michael Theo yang baru bangun dari tidur dengan polosnya nyeletuk. "Setengah jam yang lalu kita di situ..."

*iris theo tipis tipis*

Alhasil kami terpaksa pindah angkot dan aku ga bisa ambil duit di atm. Ga bisa nransfer, dan ga bisa njajan. Sekian. By the way doain kami para generasi-unas-susah-setengah-mati lulus 100% terus nilainya bagus-bagus ya, lulus undangan, masuk ptn impian, dapet beasiswa, dapet kemudahan, dan lain seterusnya deh oke kan oke dong.

Sampai jumpa besok lusa. Sincerely, rasa-deg-degan-di-hatiku.

Saturday

Coincidence or intentional destiny?

What I wanna share now is a.. semi paradox self-thought. A bit complex thought.

Many people keep praying for the best they can get. Sometimes for others, sometimes it's merely theirs. Tuhan, aku pingin ke ITB. Tuhan aku pingin masuk UI. Tuhan izinkan aku masuk pilihan pertamaku. Kenapa aku ambil contohnya soal undangan (apa undian?) soalnya ya kamu berebut kan. You have this thing called chance and it has its limited slot. Gak mungkin dong kamu doain semua orang masuk tapi kamu sendiri enggak. Jahatnya, mungkin ada juga orang yang menimbang-nimbang (termasuk aku sih ga munafik ya) gimana sih yang pada mau masuk situ? Am I commensurable enough? Or should i move?

We always want an involved part in building this brighter future for our society. This is sorta good point to turn the tide. Wait. Involved?

First, what's your point upon the word luck, fortune or suchlike? Most of you probably think it was your luck when you won a game, a blessing through your attainment, a worthy gift you've been desiring, your granted sacrifice, etc. But then where are others' when it is once yours? is it a God-bless-you but none of theirs? so they're not blessed? but isnt it, God bless all the people? If it was a reply for your prayer, isnt it everyone else prayed the same?

Holy ones, the sinners, the badass, the smart one, the atheist, whatever your belief is, He loves you. We're all  breathing. We keeps thinking. Some praise Him some try to find Him.

We all have our own plate. We eat what we take. At times we shared. But in fact we are all really sharing this world of intentionally destiny or what we usually called as coincidence. God didn't choose any prayer or wish to be granted. Excellent. He has the infinite justice.

If you think you're luckier than your opponent, maybe yes. But it's not as He was on your side. Instead, He was on the both side. But you said you won?

Here is my thought.

We cant live this life offhand. We cant just let everything happens autouniversed, by its fate. Nothing would just come out from nowhere rite. People need to prepare something, they need to consider anything, plan it, and fight for what they think worth it. But only God knows.

Ladies and gentlemen, if you're still on the same universe here, let me wake you up.

We're actually living on one big plan. When this is happening, every step we take affects other step of other people's. This other people's step affects another one's and it continues like a domino effect which has no beginning or end. We're all connected. maybe not that close, but there live over seven billion people and this chain of plans keep making me, you, and all the people happening. We keep praying, struggling, wanting and trying, exerting, laboring, we appreciate thing, make values and this society.

Once you got a bad day, maybe somebody else was enjoying a very beatified day. But then someone else come to you to make you happy. You love, then build a family. At the end, you know why things happen. Maybe if you were not sad that day you wouldn't be this way and so on.


So, uh-uh. Keep believing, keep aiming, keep trying. Perhaps you won't know what happens to other people, to your future. God no sleep baby. Be grateful, everything happens really for a reason.


This art of mystery keeps our faith. What a sublime idea He has made then :)